Menu

7 Fakta Unik Sejarah Sumpah Pemuda, Nomor 6 Masih Jadi Misteri

7 fakta sejarah sumpah pemuda cakep

Bulan Oktober mejadi bulan amat penting bagi Indonesia, sekaligus membuka mata kita semua bahwa pemuda menjadi bagian terpenting lahirnya persatuan di Indonesia. Simbol persatuan di Indonesia saat ini tidak dapat terlepas dari peran pemuda zaman yesterday. Yuhuuu… buka-buka buku sejarah atau gungling hari penting nasional bakal ditemukan bahwa 28 Oktober menjadi hari sumpah pemuda. Kesadaran menjadi bangsa merdeka dan berdikari telah bergema sejak 17 tahun sebelum proklamasi.

Tapi, tau ga sih? Ternyata banyak fakta unik dan menarik di balik peristiwa Sumpah Pemuda pada tahun 1928 lalu. Yuk mari kita kulik….

1.Pencetus Sumpah Pemuda berusia di bawah 18 tahun sampai 20 an tahun

Inilah yang membedakan pemuda jaman dahulu dengan jaman sekarang. Usia dibawah 18 tahun berarti masih seumuran dengan pelajar SMP atau SMA sederajat. Di usia segitu tentu ababil tetap ada, galau tetap ada, hanya saja keababilan dan kegalauan zaman dulu dan zaman sekarang berada pada kasta berbeda.  Galaunya kids zaman now mah masih sekitar jerawat nangkring di jidat atau gebetan ditikung temen, nah galaunya mereka tentang nasib sebuah bangsa besar dengan ribuan pulau dan aneka kekayaan alam. Hey.. kalian yang mengaku kekinian, udah ngelakuin apa buat bangsamu? Masihkah kau sibuk dengan kisah cintamu yang picisan itu? Hidup jomblo #lhoohhhh. Ga usah ngaku paling hits kalau instagrammu masih berisi selfi tanpa inspirasi dan up date statusmu masih soal hal-hal unfaedah. Yuk, berkontribusi

2. Mengelabui Polisi Belanda

“Jangan gunakan kata kemerdekaan, sebab rapat malam ini bukan rapat politik dan harap tahu sama saja”, kata Suogondo Djojopoespito yang mendapat sambutan meriah dari peserta saat membuka konggres pemuda II pada tanggal 27 Oktober 1928. Kata merdeka kala itu menjadi hal tabu untuk diseru, polisi Belanda mengawasi rapat yang dilakukan para pemuda dengan ketat. Mereka bertugas memastikan bahwa konggres pemuda II tidak akan mengganggu stabilitas penjajahan yang dilakukan di bumi Indonesia. Keberanian mereka mengambil resiko dan kecerdikan dalam mengolah kata dapat menjadi pelajaran berharga buat kita para penerusnya. Tidak usah takut untuk lantang menyuarakan sebuah kebenaran. Ga perlu nangis bombay lalu mengurungkan niat saat menemui sebuah halangan. Semangat, Kuy!

3. Sekretaris Konggres yang paling menguasai Bahasa Melayu

Para peserta konggres II berkomunikasi menggunakan bahasa Belanda. Pidato, sambutan dan lain-lain menggunakan bahasa Belanda. Hanya ada satu orang yang dipercaya menguasai bahasa Melayu (sebutan untuk bahasa Indonesia saat itu) dengan baik, dia bernama Muh Yamin. Karena kemahirannya dalam berbahasa tersebut, dia ditunjuk menjadi sekretaris dalam Konggres pemuda. Notulen rapat yang ditulis oleh Yamin dalam bahasa Melayu. Bisa dibayangain, orang-orang ngomong pake bahasa Belanda dan doi mencatat dalam bahasa Melayu. Ngalah-ngalahin google translate ya….

4. Peserta yang hadir lebih dari 700 tapi di daftar hadir hanya 82 peserta

Konggres pemuda II dihadiri dari berbagai  macam organisasi pemuda berbagai daerah. Mulai dari ujung barat sampai dengan ujung timur Indonesia. Maka, adalah hal wajar jika peserta konggres dihadiri lebih dari 700 orang. Cuma… dalam dokumen yang tersimpan hanya ada 82 peserta saja. Bukan berarti 700 peserta itu menjadi sejarah yang hoax, pasalnya seluruh dokumen hasil Konggres disita sama polisi Belanda yang jahat (he…). Ada kemungkinan daftar hadir dari 600 sekian orang tersebut terselip entah dimana.

5. Lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan dan tanpa syair
Lagu kebangsaan Indonesia pertama kali banget dikumandangkan di Konggres II. WR Soepratman menggesekkan biolanya, membawakan instrumen Indonesia Raya. Ini semua terpaksa diambil gegara penyebutan “Indonesia” dan “Merdeka” menjadi larangan keras dari penjajah Belanda. Bisa-bisa para pemuda pulang tinggal nama kalau maksa menyanyikan syair Lagu Indonesia Raya.

6. Pencipta lagu Indonesia Raya menyisakan misteri tentang kisah cintanya

Ini nih, fakta yang paling tragis diantara fakta seputar sumpah pemuda lainnya. Yaitu fakta dari pencipta lagu Indonesia Raya. WR Soepratman yang akrab dengan kata dan rangakaian note indah ternyata menjadikan kisah cintanya sebagai sebuah misteri hingga kini. Kata Kusbini untuk sahabatnya, “WR Soepratman menutup rahasia hidupnya dalam Taman Asmara”. Kesepian dan patah hati menggerogoti hari-harinya. Secangkir kopi menjadi teman akrab di tengah kegelisahan yang dimiliki. Sang pencipta lagu Indonesia Raya membawa kisah kelamnya sampai ke pusara. Tepatnya tanggal 17 Agustus 1938 pencipta lagu Indonesia Raya menutup usia karena sakit sesaat setelah dibebaskan Belanda dari penjara.

7. Naskah sumpah pemuda hanya dirumuskan satu orang saja dan disepakati lewat pandangan mata

Siapa yang menyangka rumusan sumpah pemuda hanya dicetuskan oleh satu orang saja. Kesepakatan pun diambil tanpa perdebatan panjang cukup melalui pandangan mata #eaa. Pas banget Mr. Sunario dari utusan kepanduan tengah berpidato di sesi terakhir, Muh Yamin yang berada di sebelah Soegondo (ketua konggres) memberikan secaraik kertas dan berbisik, “Saya punya rumusan resolusi elegan”. Soegondo membaca kertas tersebut lalu menatap Yamin. Yamin membalas tatapan tersebut dengan simpul senyuman, tanpa berfikir panjang Soegondo membubuhkan paraf tanda setuju dengan resolusi elegan Yamin yang sekarang dikenal dengan naskah Sumpah Pemuda.

By. Tan, dihimpun dari berbagai sumber.

Share this Post!

About the Author : Admin Cakep


0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Related post

  TOP