Menu

Ibnu Sina: Bapak Kedokteran Modern

Abu-Ali-Ibn-Sina-Cakep-Indonesia

Selamat Hari Minggu Cakepers yang keren-keren binggow.. Semoga hari Minggu kita menyenangkan yaa walau mendung menyelimuti bumi kita. Kali nih kita mau kupas-kupas dulu nih tentang tokoh fenomenal. Pasti udah banyak yang kenal sama tokoh kita kali ini. Apalagi yang pada mau masuk jurusan kedokteran nih.. hihi. Ayo tunjuk jari siapa yang mau jadi dokter? Udah banyak yang tunjuk jari tuh dalam hati. Okelah cuss kita kupas tokoh kita edisi Minggu ini tentang Bapak Kedokteran Modern.
Tarraaaaa… Beliau adalah Ibnu Sina. Beliau terkenal dengan pemikirannya yang cerdas dan mendasari ilmu kedokteran modern. Lahir pada tahun 980 M di Afsyahnah. Bernama lengkap Syeikhur Rais, Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina.

Dalam bidang kedokteran dia mempersembahkan Al-Qanun fit Thibb, Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Selain itu juga Ibnu Sina memiliki karya tulis yang dalam bahasa latin berjudul De Conglutineation Lagibum. Dalam buku ini Ibnu Sina mengatakan, “Kemungkinan gunung tercipta karena dua penyebab. Pertama menggelembungnya kulit luar bumi dan ini terjadi lantaran goncangan hebat gempa. Kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi. Sebab sebagian permukaan bumi keras dan sebagian lagi lunak. Angin juga berperan dengan meniup sebagian dan meninggalkan sebagian pada tempatnya. Ini adalah penyebab munculnya gundukan di kulit luar bumi.”

Di bidang filsafat Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat islam yang terkoordinasi dengan rapi. Pekerjaan besar yang dilakukan Ibnu Sina adalah menjawab berbagai persoalan filsafat yang tak terjawab sebelumnya. Ibnu Sina mengalami dua periode yang penting. Periode pertama adalah periode ketika beliau mengikuti faham filsafat paripatetik. Pada periode ini, Ibnu Sina dikenal sebagai penerjemah pemikiran Aristoteles. Periode kedua adalah periode ketika Ibnu Sina menarik diri dari faham paripatetik dan seperti yang dikatakannya sendiri cenderung kepada pemikiran iluminasi.

Pemikiran filsafat Ibnu Sina tidak hanya tertuju pada dunia Islam tetapi juga merambah Eropa. Albertos Magnus, ilmuan asal Jerman dari aliran Dominique yang hidup antara tahun 1200-1280 Masehi adalah orang Eropa pertama yang menulis penjelasan lengkap tentang filsafat Aristoteles. Ia dikenal sebagai perintis utama pemikiran Aristoteles Kristen. Dia lah yang mengawinkan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles. Dia mengenal pandangan dan pemikiran filosof besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filsafat metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema-tema filosofis yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.

Selain kedokteran, ilmuwan, dan penulis beliau juga seorang politisi. Kiprah politik beliau terjadi di  istana Mansur, raja dinasti Samani, kedudukannya juga sebagai menteri di pemerintahan Abu Tahir Syamsud Daulah Deilami. Kehidupan Ibnu Sina dihabiskan untuk urusan negara dan menulis. Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Karya-karya Ibnu Sina yang terkenal dalam Filsafat adalah As-Shifa, An-Najat, dan Al-Isyarat.

Ibnu Sina meninggal pada usia 58 tahun tepatnya pada bulan Juni 1037 M. Berkat jasa-jasa beliau dunia kedokteran menjadi maju dan mampu menyediakan kesehatan yang layak bagi dunia. Informasi tersebut kami tulis dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan dapat menaikkan semangat cakepers biar makin rajin belajar. Hehe. Sampai jumpa di tokoh fenomenal lainnya minggu depan yaaa…

 

Oleh: Thifal Khairunnisa

Tifal-Cakep-Indonesia

 

 

Share this Post!

About the Author : Admin Cakep


0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

  TOP