Menu

Manusia Penuh Sensasi

By Emthoifur Aka Pipin Kuli Keyboard Indonesia
Bandung,1 september 2015

Peringatan sebelum membaca tulisan kali ini, tolong kalo membaca tulisan ini jangan baper, karna kalo baper rada susah mencernanya… Keep calm and stay logic.

 

Tulisan kali ini berawal dari makna sebuah kata yang bisa dibilang abstrak atau ga jelas secara pasti maknanya karna pasti ada unsur subyktifitas didalam kata ini…. Ya bisa ditebak kata itu adalah “sensasi”. Bisa ditebak karena sudah ada dalam judul dan saya pakai tanda petik juga di tulisan ini, sehingga sedikit mengundang perhatian mata kita… Hohoho

 

Menurut mbah gugel dan sama mbah gugel di rujukan ke KBBI arti kata sensasi adalah “yg membuat perasaan terharu; yg merangsang emosi, atau bisa juga bermakna yg merusuhkan (menggemparkan); kegemparan; keonaran. Yah memang ini masalah subyektifitas, karna sesuatu yang membuat haru bagi seseorang belum tentu akan membuat haru bagi orang lain, dan begitu pula dengan keonaran, bagi kita onar belumtentu bagi yg lain onar, apalagi kalo parameter onarnya adalah standart preman

 

Menjadi manusia penuh sensasi berarti kita harus membuat onar gitu? Atau membuat orang heboh atau tertarik pada apa yg dilakukan oleh kita? Yaa… Bisa jadi something like that lah…. Tapi yang perlu menjadi catatan adalah bagi manusia penuh sensasi dilarang baper, karna baper bisa menyebabkan kerusakan pada sensasi-sensasi yg lain he….

Menjadi manusia penuh sensasi tidak perlu menjadi tokoh besar macam Hitler yang jadi musuh bersama di eropa pada zamannya, atau menjadi seperti Erdogan yang penuh dengan prestasi. Meskipun mereka juga memiliki sensasi sih… Jangankan manusia yang Allah telah ciptakan kita dari tanah dengan segala kesempurnaannya, butiran debu yang ada disekitar kita pun bisa membuat sensasi loh…. Ambil contoh misal dari debu yang tiba-tiba masuk ke saluran pernafasan kita sehingga membuat orang jadi asma, tentu orang yang diisekitarnya akan tiba-tiba jadi heboh karna ada orang yg kembang kempis nafasnya :D, atau debu yg tiba-tiba masuk ke mata kita dan akhirnya kita kelilipan dan ribut minta orang lain niup mata kita, padahal ga ngefek juga sih, secara logika kalo debu udah nempel di air ga bakal bisa terbang lagi kalo ditiup. Heheheh

 

Walah jadi kepanjangan gini prolognya, heheh… Udah lah mari kita coba ke inti tulisan. Ada syarat mutlak yang harus dimiliki oleh manusia penuh sensasi, yaitu manusia tersebut harus memiliki SELERA TINGGI,  karena sebesar apapun kapasitas yang dimiliki manusia apabila Seleranya rendah bisa hampir dipastikan dia ga akan bisa membuat sensasi. Ambil contoh misal ada orang yang cuma punya keinginan cuma “ah yang penting besok sy masih bisa makan, ga perlu lah susah-susah nyari intan kesana kemari, toh semua ga dibawa mati”. Lah kata siapa tuh intan-intan ga dibawa mati? Kalo lu punya intan trus di jual buat bangun masjid ato disumbangin ke fakir miskin emang ga dibawa mati? Tapi jangan sampe juga muncul orang-orang yang rela numpuk harta tahta wanita dengan cara menghalalkan segala cara sikut sana sikut sini tilep sana tilep sini, rayu sana rayu sini. Ah itu mah namanya masih selera rendah. Kalolah numpuk harta tahta wanita hanya untuk membanggakan diri dan menunjukkan dirinya lebih hebat dari orang lain itu namanya selera rendah… Karna ia rela menggadaikan kehidupan abadi di akhirat nanti dengan hidup di dunia yang hanya 60-70an tahun. Itupun juga kalo usianya sampe segitu…. Bisa jadi hanya 40tahun trus kena serangan jantung, ato lagi usia 20an trus traveling tiba-tiba pesawatnya meledak.
Intinya adalah kalo kita berselera tinggi, itu orientasinya adalah akhirat, jangan korbankan kebahagiaan akhirat hanya demi kebahagiaan sesaat di dunia.

 

Mari balik lagi ke urusan selera, mulai sekarang ayo lah kita coba memiliki selera tinggi, kita raih semua prestasi dengan usaha-usaha terbaik kita. Jangan terlena pada selera-selera rendah yang banyak menggoda kita. Tetep fokus pada apa yang kita cita-citakan dan apa yang kita inginkan…. Perkara misal ternyata Allah memberikan ketetapan lain ya takdir… Mo gimana lagi? Misal kita pengen punya penghasilan ber M M perbulan ato jabatan tinggi tapi ternyata masih dikasih ratusan ribu ato bahkan puluhan ribu dan jabatan segitu-gitu aja oleh Allah, ya itu sih namanya takdir. Mo gimana lagi coba? Da kita mah apa atuh, cuma makhluq lemah yang tiada daya selain atas kuasa-Nya. Karna bisa jadi Allah sebenarnya baru ngetes kita apakah kita sanggup menerima mimpi-mimpi dan cita-cita kita atau tidak. Jangan-jangan kita muluk-muluk punya harta melimph, tahta berkuasa, wanita-wanita soleha, tapi ternyata baru dikasih harta seuprit aja dah ga mau infak atau baru dikasih jabatan seiprit aja udah dzolim…. Yah begitulah manusia. Kadang ia ga sadar diri kalo ia lagi disuruh belajar lagi oleh Allah atas nikmat-nikmat yang diberikan-Nya.

 

Sebagai penutup, mari kita semua tetap kokoh memandang jauh kedepan mimpi-mimpi kita untukm meraih dunia yang baik dan akhirat yang indah serta dijauhkan dari api neraka. Sekali lagi saya minta maaf kalo ada yang tersinggung, diawal saya sudah ingatkan untuk tidak baper dalam memahami tulisan kali ini.
#sahabatmu_yang_masih_belajar

Share this Post!

About the Author : Admin Cakep


0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Related post

  TOP