Menu

Memaknai Hari Pahlawan: Perjuangan & Pengorbanan

pahlawan-cakep

Ketika sebuah lagu dimainkan, maka seseorang akan bisa menikmati alunan nadanya, lantunan suara penyanyinya, dan mencermati lirik lagu tersebut. Ibaratnya seperti itulah kehidupan ini, ketika sebuah peristiwa digulirkan dalam perjalanan hidup kita, maka kita akan menikmati alunan dinamikanya, lantunan syahdu pahit-manisnya, dan kita jadi bisa mencermati setiap hikmah dibaliknya. Goresan hari ini adalah tentang momentum Hari Pahlawan. Sebuah kolaborasi unik antara Pengorbanan dan Pemuda. Seperti hikmah dari ‘Idul Adha, kisah syahdu pengorbanan seorang pemuda yang bernama Ismail, demi mentaati perintah Alloh, Tuhannya. Dan kolaborasi itu tentunya tidak berakhir pahit, karena setiap pengorbanan untuk meraih ridho-Nya adalah semanis-manisnya manisan yang pernah ada di dunia ini, karena syurga balasannya.

Kembali pada sang peristiwa, sejarah mencatat tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. Dan mari kita flashback sejenak kepada masa itu. Bagaimana para pemuda dengan segala keberaniannya menerjang maju dan tak takut sedikitpun pada kematian. Masa dimana bahkan kita sendiri sulit untuk membayangkan bahwa retorika saja pada masa itu tak akan ada artinya tanpa aksi yang nyata, padahal sekarang ini banyak sekali yang mengaku berkorban padahal hanya berkorban suara, tanpa aksi yang nyata. Bagaimana para pemuda yang mungkin dalam bayangan kita lebih rendah pendidikannya dari kita sekarang ini, bisa memiliki begitu besar jiwa patriotisme lebih dan lebih banyak dari kita. Dengan keterbatasan berbagai hal yang mendukung mereka dulu, baik senjata, maupun materi. Dan sang pena kembali menggoreskan untaian indah tentang cerita sebuah perjuangan, yang di dalamnya di bumbui oleh pahit-manis rasa yang bercampur jadi satu. Yang mati tak bisa hidup kembali, namun itu tak berlaku pada semangat perjuangan dan pengorbanan mereka, tak pernah mati, tak pernah padam. Bagaikan deburan ombak yang mampu memecah karang, tekad yang kuat dan percaya bahwa Alloh akan memenangkan kaum yang membela kebenaran atasNya, mampu memecah segala bentuk kedzaliman, termasuk penjajahan.

Disinilah kemudian kolaborasi cantik itu terlihat begitu megah dalam balutan kisah yang tak akan pernah dilupakan hingga hari ini. Ketika Bung Tomo berteriak di depan megaphone-nya, “AllohuAkbar…

AllohuAkbar..!!”,

maka sontak para pemuda itu berlarian menghambur menuju medan pertempuran. Subhanalloh, inilah sebuah peristiwa yang begitu heroik, dengan segala keterbatasan, namun bukan sebuah alasan untuk tidak bisa maju dan berkembang. Karena sejatinya, perjuangan tanpa pengorbanan bagaikan berusaha meraih mimpi tanpa usaha dan do’a. Semoga momentum Hari Pahlawan mampu membuka cakrawala berpikir kita, dan tidak menyempit-artikan makna dari kepahlawanan itu sendiri, karena pahlawan itu ada di sekitar kita, Akukah? Kamukah? Atau kita kah?

Nn_Kcl (11.49/9.11.11)

Share this Post!

About the Author : Admin Cakep


0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Related post

  TOP