Menu

Sepenggal Kisah Lahirnya PETA, Sang Cikal Bakal TNI

lambang-tentara-peta

Ngomongin sejarah bukan berarti mimin lagi gagal muvon loh ya, tapi biar ga terjatuh ke dalam lubang yang sama #eh.  Sesuai janji mimin di tulisan sebelumnya, mimin bakal bagi-bagi hasil sercing-sercing tentang sejarah PETA or Pembela Tanah Air. Oia, sekedar saran kalau kalian mau sercing di gugel jangan cuma nulis Peta nanti yang keluar sejarah pembuatan Peta hihi….

 

Jadi gini Pelajar Cakep yang cakepnya tumpeh-tumpeh, PETA atau Pembela Tanah Air dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 oleh Jepang. Masih inget dooong, pasukan Belanda pergi dari Indonesia tahun 1942 kemudian datanglah Jepang dengan jargon 3A-nya?. Yups, kesatuan militer ini dibentuk pada masa penjajahan Jepang. Kata wikipedia dan beberapa sumber terpercaya lainnya menyebutkan bahwa berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44 yang diumumkan oleh Panglima Tentara Ke-16, Letnan Jendral Kumakichi Harada, PETA dinobatkan sebagai Tentara Sukarela. Pelatihan pasukan Peta dipusatkan di kompleks militer Bogor yang diberi nama Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai. Kalau kalian ke Bogor bisa liat monumen PETA yang dulunya markas besar PETA. Monumen yang dibangun untuk mengenang perjuangan PETA tersebut diresmikan pada tanggal 18 Desember 1955.

 

Beberapa pendapat mengungkapkan bahwa pembentukan PETA diawali dari surat yang dilayangkan oleh Raden Gatot Mangkupradja kepada Gunseikan (kepala pemerintahan militer Jepang) pada tanggal 7 September 1943. Intinya beliau meminta agar bangsa Indonesia diberikan kesempatan membantu Jepang di medan perang.

 

Sedangkan dalam surat kabar “Asia Raya” pada tanggal 13 September 1943,  menyebutkan bahwa ada usulan dari sepuluh ulama yaitu, K.H. Mas Mansyur, KH. Adnan, Dr. Abdul Karim Amrullah (HAMKA), Guru H. Mansur, Guru H. Cholid. K.H. Abdul Madjid, Guru H. Jacob, K.H. Djunaedi, U. Mochtar dan H. Mohammad Sadri, agar segera dibentuk tentara sukarela bukan wajib militer yang akan mempertahankan Pulau Jawa. Tujuan pengusulan oleh golongan agama ini dianggap untuk menanamkan paham kebangsaan dan cinta tanah air yang berdasarkan ajaran agama. Hal ini kemudian juga diperlihatkan dalam panji atau bendera tentara PETA yang berupa matahari terbit (lambang kekaisaran Jepang) dan lambang bulan sabit dan bintang (simbol kepercayaan Islam).

 

Well, entah yang benar atas usulan yang mana yang pasti Jepang telah berhasil membuat opini bahwa pembentukan PETA atas usulan para petinggi Indonesia. Setulus-tulusnya penjajah tetap saja mau mengambil keuntungan dari pembentukan PETA.

 

Tujuan Jepang membentuk PETA adalah untuk membantu pasukan Jepang mempertahankan Indonesia dalam perang di lautan Pasifik dari serangan pasukan sekutu. PETA ditugaskan untuk menjaga wilayah Jawa dan Sumatra. Akan tetapi, pada akhirnya pasukan ini dimanfaatin sama bangsa Indonesia sebagai media untuk mendapatkan kemerdekaan. Tau ga sih kalian? Anggota PETA itu adalah warga negara asli Indonesia dan kebanyakan masih pada berstatus sebagai pelajar. Hebat kan? Kalau kalian pelajar zaman old kira-kira pada gabung ga ya??? Kalau aku sih mendingan gabung, lumayan bisa punya bahan buat apdet status #ups. Dalam surat edaran yang dikeluarkan pada tanggal 3 Oktober 1943, Jepang menyebutkan bahwa PETA bukan milik oragnisasi manapun, PETA dibawah komando langsung Panglima tentara Jepang.

 

PETA disebut-sebut sebagai cikal bakah lahirnya TNI. Berdasarkan fakta sejarah, veteran PETA punya andil besar dalam pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga akhirnya TNI.

 

Alumni anggota PETA dikemudian hari memiliki andil besar dalam membangung Indonesia. Mereka punya peran besar dalam evolusi pasukan militer di Indonesia. Pastinya kenal dong sama Soeharto (Presiden Kedua RI) sama Jendral Soedirman? Nah, beliau berdua ini alumni pasukan PETA loooh.

Share this Post!

About the Author : Admin Cakep


0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Related post

  TOP