Menu

Supriyadi, Bukan Sembarang Anak Cinta

supriyadi-pasukan peta-cakep indonesia

Ngomongin heroisme pemuda Indonesia yang tergabung dalam pasukan PETA pastinya ga lepas dari peran tokoh penting, yaitu Supriyadi. Pemimpin PETA yang melakukan penyerangan pada sat dia berusia 22 tahun. Supriyadi lahir pada tanggal 13 April 1923. Sekedar info aja nih, Supriyadi adalah anak dari Bupati Blitar, Raden Darmadi. Ibunya bernama Raden Roro Rahayu yang berasal dari golongan bangsawan . Melihat garis keturunannya udah jelas banget Supriyadi bukan orang sembarangan. Meskipun kedua orang tuanya merupakan orang penting di Blitar tidak membuat Supriyadi acuh tak acuh dengan kondisi sekitar. Beda banget ama perilaku beberapa anak pejabat jaman sekarang yang sering memanfaatkan fasilitas dari orang tua mereka dan cenderung acuh dengan keadaan bangsanya.

 

Supriyadi itu sosok pemuda yang pecemburu dan pemarah banget loh. Baperan pula… persis kayak anak cinta gituuh. Hanya saja rasa cemburu, marah, dan bapernya bukan gegara ceweknya ditikung teman atau gebetan jalan sama orang lain.  Cemburunya Supriyadi bukan karena wanita pujaannya diambil orang lain. Tapiii ketika seluruh harta bangsanya diambil oleh penjajah Jepang. Meluapkan rasa amarah kepada Jepang, karena Jepang telah menjajah negerinya. Rakyat dipaksa untuk melakukan romusha, para wanita dijadikan pemuas nafsu para tentara. Ngeliat semua itu, Supriyadi baper berat. Itu semua cukup membuat Supriyadi bersemangat menyiapkan penyerangan terhadap Jepang selama enam bulan lamanya, dia menyiapkan siasat untuk melakukan penyerangan. Nah lo… kalau kamu gimana??

 

Dia sangat mencintai bangsanya dengan segala yang ada padanya. Rasa cinta ngebuat dia rela memberikan apapun untuk dikorbankan, meski itu adalah nyawa. Supriyadi amat tahu bahwa cinta adalah kata kerja, yang dibelakangnya memberikan konsekuensi sebuah pembuktian atas rasa yang ada dalam dadanya. #eaaa mirip anak cinta ga sihh bahasanya hihihi.

 

Bukan anak muda jika menyerah dengan obsesinya. Saat kehadiran Presiden Soekarno ke Blitar, Supriyadi udah dapat masukan buat ngurungin niat untuk nyerang Jepang. Tetapi dia menolak dan tetap kukuh ama rencanya. Dinihari pada 14 Februai 1945 penyerangan atas nama cinta kepada tanah air pun dimulai. Meski mengalami kegagalan karena bocornya rahasia tetap saja peristiwa yang didalangi oleh Supriyadi menjadi sebuah penyerangan terbesar dalam sepanjang sejarang sebelum Indonesia mendapatkan predikat negara merdeka.

 

Pasukan Supriyadi menyerang sebuah barak yang telah dikosongkan. Pasukan yang ditemukan oleh Jepang dihukum mati atau hukuman seumur hidup. Tetapi tidak dengan Supriyadi. Setelah penyerangan 14 Februari Supriyadi tak lagi berkabar. Keberadaannya menjadi sebuah misteri. Seandainya Supriyadi gugur, tanah pusaranya masih tetap menjadi rahasia Illahi, seandainya masih hidup pun tetap tak diketahui dengan pasti dimana dia sekarang ini.

 

Setelah Indonesia memperoleh kemerdekaan, Presiden Soekarno mulai melengkapi Kabinet yang dibentuknya. Ditunjuklah Supriyadi sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan pertama di Indonesia. Akan tetapi sampai bulan Oktober 1945 dia tidak pernah muncul untuk menerima mandat dari Presiden. Supriyadi dengan luapan rasa cinta, cemburu, dan amarahnya seolah hilang ditelan bumi. Hingga hari ini Supriyadi meninggalkan seribu satu misteri.

 

9 Agustus 1975 Republik ini memberikan dia gelar yang tak pernah dituju, karena tujuannya adalah kemerdekaan Indonesia bukan gelar ataupun penghargaan. Ya, dia mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Kota Blitar telah mengabadikan keberaniannya pada sebuah monumen dengan 7 patung, dan Supriyadi ada satu di antaranya. Yang di Bilitar udah pernah kesana belum yaaa kan asik ngerayain 14 Februari dengan berkunjung ke sana.

 

Membuktikan kasih sayang dan , rasa cinta ala Supriyadi bukan sekedar berkirim kata dan sebatang coklat belaka. Tetapi, pengorbanan tulus tanpa tendensi. Meski masih muda dia tidak terbuai dengan cinta ala-ala anak seusianya. Rindunya bukan lagi rindu yang disampaikan Dilan kepada Milea, rindunya adalah rindu hadirnya merdeka dan rakyat hidup sejahtera.

 

Selamat hari kasih sayang, selamat hari pembuktian cinta. Mari kita kenang perjuangan PETA dengan segala perniknya, maka disana kita akan tahu bagaimana tingkatan kita dibandingkan dengan mereka. Jadilah anak cinta ala pasukan PETA. Jadilah seperti Supriyadi, anak cinta yang tampil beda, dia bukan sembarang anak cinta. (Tan)

Share this Post!

About the Author : Admin Cakep


0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Related post

  TOP